Sabtu, 24 Desember 2011

Filosofi 'jagung' CORN-Club

Filosofi? berat banget kayaknya. hahaha
tapi segala sesuatu itu mempunyai filosofinya sendiri lho~
begitu juga dengan CORN-Club. oke, kalian udah tau sejarahnya CORN-Club kan. *cek postingan bawah*
nah sekarang gue mau ngasih tau filosofi dari 'jagung' itu sendiri.

ini gue baca dari bullboard di friendster *sumpah, gue lupa siapa yang posting. tapi siapapun anda, kalimat anda sungguh sangat menginspirasi!! >.<*
jadilah seperti JAGUNG, jangan seperti JAMBU MONYET
WHY?
jadi begini. kita semua tahu kalo Jagung itu buah/sayur yang memiliki banyak biji berwarna kuning keemasan yang terbungkus dibalik kulitnya yang tebal. sedangkan Jambu Monyet/jambu mede adalah buah yang memiliki satu biji yang ada di luar.
Filosofi jagung adalah, menjadi seseorang yang tidak suka pamer. orang yang menyimpan kelebihannya, bukan untuk disombongkan. kebalikan dari si jambu mede, yang memamerkan biji medenya padahal cuma ada satu.

nah tadi iseng ngubek-ngubek mbah google, gue nemu cerita di bawah ini,
Suatu ketika, seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia di balik buah jagungnya, yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia  selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga  di sekitar perkebunannya.
“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.
“Tak tahukah anda?,” jawab petani itu.
“Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung yang baik pula.”
Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula.
Sungguh…nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.
credits mario teguh

juga nemu dari blog seseorang yang terilhami oleh jagung, di bawah ini,
Kemaren aku denger penjelasan dari dosen aku tentang tanaman jagung. Jagung itu normalnya bisa tumbuh di suhu 23-27 derajat Celcius. Tapi pemanasan global yang semakin parah ini ngebuat suhu meningkat dan jagung menyerap panas lebih lama dari waktu normal. Nah, karena terlalu banyak dan sering mengonsumsi panas, pertumbuhan jagung akan semakin meningkat. Artinya panen jagung akan semakin cepat. Yang seharusnya 7-8 minggu bisa jadi lebih cepet. Tapi jangan pikir itu bagus dong. Karena..pertumbuhan yang cepat itu ga ngebuat jagung tumbuh dengan sempurna. Pertumbuhan yang terlalu cepat bakal mengurangi bobot hasil produksi. Jadi meskipun cepet tapi mengurangi timbangan. Dan biji jagungnya sendiri jadi kurang berisi. Nah,, pas aku denger ini. Aku senyum-senyum sendiri. Aku belajar bahwa segala sesuatu itu ada massa nya sendiri2. Boleh jadi kayak tanaman jagung tadi, cepat..tapi jadi ga sempurna.
credits indah parmalia

nah begitulah kira-kira filosofi dari Jagung yang dicoba diserap oleh CORN-Club.. semoga kami bisa menjadi 'Jagung'.. ^^

semoga kalian juga terinspirasi..

boleh juga share filososfi-filosofi lainnya ya! saling berbagi, saling menginspirasi...

KEEP CORN ROCKS!! XD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar